Mengurangi Bilangan: Mengenal Pengurangan untuk Kelas 1 SD

Featured image for Mengurangi Bilangan: Mengenal Pengurangan untuk Kelas 1 SD — Uncategorized

Short Answer

Pengurangan adalah konsep matematika yang mengajarkan kita tentang mengambil atau menghilangkan suatu jumlah. Materi ini akan mengenalkan cara berhitung mundur dan mengurangi bilangan kecil dengan bantuan benda nyata.

Pengertian dan Konsep Dasar

Anak-anak hebat! Kita akan belajar tentang cara berkurang atau dikurangi. Pengurangan adalah salah satu operasi hitung matematika yang sangat penting. Secara sederhana, pengurangan itu artinya mengambil sejumlah benda dari jumlah awal.

Bayangkan kamu punya 5 permen (sebagai jumlah awal). Lalu, kamu memberikan 2 permen kepada temanmu. Nah, berapa sisa permen yang kamu miliki? Untuk mengetahui sisanya, kita menggunakan hitungan mundur atau operasi pengurangan!

Prasyarat Belajar: Sebelum belajar mengurangi, kamu harus sudah menguasai:

  • Menghitung Benda (Berhitung): Mampu menghitung benda satu per satu (1, 2, 3…).
  • Mengenal Angka: Mengenal angka 0 sampai 20.
  • Konsep Kelompok: Memahami konsep ‘semua’ dan ‘sisa’.

Rumus Utama

Dalam matematika, kita menggunakan simbol khusus untuk operasi pengurangan:

  • Simbol: (Dibaca: dikurangi) atau minus
  • Rumus Umum: Bilangan A – Bilangan B = Sisa

Arti Simbol:

  • Bilangan A (Bilangan yang Dikurang): Ini adalah jumlah benda yang kita miliki di awal. Jumlahnya harus lebih besar atau sama dengan Bilangan B.
  • – (Simbol Pengurangan): Melambangkan proses mengambil, menghilangkan, atau mencari selisih.
  • Bilangan B (Pengurang): Ini adalah jumlah benda yang diambil atau berkurang. Nilainya tidak boleh negatif saat kita menghitung dari benda nyata.
  • Sisa (Hasil): Ini adalah jawaban atau berapa banyak benda yang tersisa setelah dikurangi.

Syarat Penggunaan:

Pengurangan dengan benda nyata selalu memastikan bahwa Bilangan A diperbolehkan untuk ‘diambil’ sejumlah Bilangan B. Artinya, A harus lebih besar atau sama dengan B (A ≥ B).

Langkah Penyelesaian

  1. Pilih Jumlah Awal (Bilangan A): Lihat benda apa yang kamu miliki dan hitung totalnya.
  2. Tentukan Jumlah yang Diambil (Bilangan B): Tentukan berapa banyak benda yang akan kita hilangkan atau berikan.
  3. Lakukan Penghitungan Mundur: Mulailah dari Bilangan A, lalu hitung mundur sebanyak jumlah Bilangan B. Setiap langkah mundur adalah proses mengurangi 1.
  4. Tulis Rumusnya: Tulisnya dalam bentuk angka dan simbol: AB = Hasil.
  5. Periksa Jawaban: Pastikan bahwa sisa (hasil) yang kamu dapatkan masuk akal dengan jumlah benda awal dan benda yang diambil.

Contoh Soal dan Pembahasan

Contoh Dasar (Menggunakan Benda):

Soal: Ibu membeli 7 apel. Kakak memakan 3 buah apel. Berapa sisa apel Ibu?

Diketahui: Jumlah awal apel (A) = 7. Apel yang dimakan (B) = 3.

Ditanyakan: Sisa apel?

Langkah Penyelesaian:

  1. Kita hitung mundur dari 7 sebanyak 3 langkah: 7 – 1 = 6, 6 – 1 = 5, 5 – 1 = 4.
  2. Atau menggunakan rumus: 7 – 3 = ?
  3. Jawaban: Sisa apel Ibu adalah 4 buah.

    Contoh Penerapan (Menggunakan Garis Bilangan):

    Soal: Di dalam kotak ada 10 kelereng. Rio memberikan 4 kelereng kepada adiknya. Berapa sisa kelereng di kotak?

    Diketahui: Jumlah awal (A) = 10. Kelereng yang diberikan (B) = 4.

    Ditanyakan: Sisa kelereng?

    Langkah Penyelesaian:

    Gunakan garis bilangan. Mulai dari angka 10, melompat ke kiri sebanyak 4 kali:

    10 → 9 (–1) → 8 (–2) → 7 (–3) → 6 (–4).

    Secara hitungan: 10 – 4 = ?

    Jawaban: Sisa kelereng di kotak adalah 6 buah.

    Kesalahan Umum

    1. Terbalik Mengurangi: Kesalahan ini terjadi saat kita tahu bahwa dari 5 apel dikurangi 2, tetapi malah menghitung 2 – 5. Perbaikan: Selalu ingat benda awal harus yang paling besar (A). Jumlah sisa tidak mungkin lebih besar dari jumlah awalnya.
    2. Menggunakan Operasi Lain: Ketika ditanya sisa, siswa terkadang menggunakan penjumlahan (+). Contoh: 5 – 2 = ? menjadi 5 + 2 = 7. Perbaikan: Simbol pengurangan (–) berarti kita mengambil atau mengurangi jumlah. Artinya harus berkurang, bukan bertambah.
    3. Mengabaikan Satuan: Menghitung sisa apel tetapi lupa menuliskan satuan ‘buah’. Perbaikan: Jawaban matematika harus lengkap dengan satuannya agar lebih mudah dipahami dalam kehidupan nyata (contoh: 4 buah, atau 6 kelereng).

    Ringkasan

    1. Apa itu Pengurangan? Pengurangan adalah operasi hitung untuk mencari sisa setelah mengambil sejumlah benda.

    2. Simbol Utama: Kita menggunakan simbol (minus) yang artinya mengurangi atau mengambil.

    3. Rumus Dasar: Bilangan A – Bilangan B = Sisa. A adalah jumlah awal, dan B adalah yang diambil.

    4. Syarat Utama: Angka yang dikurang (A) harus lebih besar atau sama dengan angka pengurang (B).

    5. Cara Belajar Terbaik: Selalu praktikkan pengurangan menggunakan benda nyata (jari, pensil, kelereng) agar konsep ‘mengambil’ mudah dipahami.

    Latihan dan Kunci Jawaban

    1. Di dalam kolam ada 12 ekor ikan. Sebanyak 5 ekor ikan tertangkap. Berapa sisa ikan di kolam?
    2. Hitunglah: 18 – 6 = ?
    3. Kakak punya 9 permen. Adik mengambil 4 permen. Berapa permen Kakak yang tersisa?

    Kunci Jawaban Singkat: 1) Sisa ikan adalah 7 ekor. 2) Jawabannya adalah 12. 3) Permen sisa Kakak adalah 5 buah.

    FAQ

    Apa bedanya pengurangan dan penjumlahan?

    Penjumlahan (tambah) berarti menggabungkan jumlah, sementara pengurangan (kurang) berarti mengambil atau mengurangi jumlah.

    Kapan saya boleh menggunakan konsep ini?

    Bisa digunakan kapan saja dalam kehidupan sehari-hari yang melibatkan perbandingan jumlah awal dan sisa jumlahnya.

    Bagaimana cara menghitung mundur dengan benar?

    Mulai dari angka terbesar, setiap langkah harus mengurangi 1 sebanyak jumlah pengurang.

References

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 1 SD Kurikulum Merdeka/K-13
  2. Modul Ajar Konsep Hitungan Dasar SD

Related Terms

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *