Short Answer
Pengertian dan Konsep Dasar
Hai Adik-adik! Hari ini kita akan belajar tentang pengurangan dalam bentuk soal cerita. Pengurangan itu artinya kita mengambil sesuatu dari jumlah awal, atau mencari tahu berapa sisanya. Kalau kita punya benda banyak (jumlah awal) lalu beberapa diambil atau hilang (yang dikurangkan), maka yang tersisa itu namanya ‘selisih’.
Di kelas 2 SD, kita belajar bahwa matematika tidak hanya tentang angka di buku, tapi juga tentang kehidupan sehari-hari. Soal cerita membantu kita membayangkan situasi nyata, seperti: Ibu punya kue banyak, lalu Adik memakan beberapa kue.
Prasyarat yang harus dikuasai:
- Memahami konsep hitungan maju dan mundur.
- Mengetahui nilai tempat bilangan (satuan dan puluhan).
- Mengenal arti tanda operasi hitung (-).
Intinya, kalau ada perbandingan jumlah awal dan jumlah yang hilang, kita gunakan pengurangan untuk mencari sisanya.
Rumus Utama
Dalam konteks soal cerita sederhana (benda konkret), rumus utama kita adalah:
Jumlah Awal – Jumlah yang Berkurang = Sisa atau Selisih
Arti Simbol:
- –: Tanda pengurangan. Artinya ‘dikurangi’, ‘sisa’, atau ‘selisih’.
- Angka Pertama (A): Ini adalah jumlah benda yang paling banyak atau jumlah awal kita.
- Angka Kedua (B): Ini adalah jumlah benda yang diambil, dimakan, atau berkurang.
- Hasil Akhir (C): Ini adalah selisihnya, yaitu sisa benda.
Syarat Penggunaan:
Pengurangan ini digunakan ketika kita tahu bahwa jumlah kedua lebih kecil dari jumlah pertama, sehingga hasilnya akan tetap positif dan bisa dihitung dengan cara menghitung mundur atau menggunakan garis bilangan.
Satuan:
Pastikan setiap angka memiliki satuan yang sama (misalnya buah, pensil, permen). Jika satuannya berbeda dalam soal, kita harus hati-hati mencari tahu apa yang diminta oleh soal.
Langkah Penyelesaian
- Memahami Soal: Baca seluruh soal cerita dengan teliti. Cari kata kunci seperti ‘sisa’, ‘dikurangi’, ‘kurang’—kata-kata ini menunjukkan operasi pengurangan.
- Mengidentifikasi Data: Tentukan dua angka utama yang terlibat. Mana yang jumlah awal (besar) dan mana yang berkurang (kecil)?
- Menulis Model Matematika: Ubah kata-kata soal menjadi kalimat matematika. Misalnya, ‘Ibu punya 10 apel, dimakan 3 apel’ menjadi 10 – 3 = ?
- Menghitung (Substitusi dan Operasi): Lakukan pengurangan sesuai prosedur hitungan bersusun pendek atau menggunakan benda/garis bilangan. Ingat untuk meminjam jika nilai satuan tidak cukup.
- Memeriksa Jawaban: Baca kembali soalnya. Apakah hasil hitunganmu masuk akal dengan konteks cerita? Pastikan menyertakan satuan pada jawaban akhir.
Contoh Soal dan Pembahasan
Contoh 1: (Dasar)
Soal: Rina memiliki 15 kelereng. Ia memberikan 7 kelereng kepada adiknya. Berapa sisa kelereng Rina?
Diketahui: Jumlah awal kelereng = 15 buah, Kelereng diberikan = 7 buah.
Ditanyakan: Sisa kelereng Rina (Selisih).
Langkah Penyelesaian:
- Tuliskan kalimat matematikanya: 15 – 7 = ?
- Hitung bersusun pendek:
15
– 7
—-
(5-7 tidak bisa, pinjam 1 dari puluhan).
(1+10)-7 = 11-7 = 4. Puluhan tersisa 0. - Jadi, sisanya adalah 8.
Jawaban: Sisa kelereng Rina ada 8 buah.
Contoh 2: (Penerapan)
Soal: Di sebuah peternakan terdapat 45 ekor ayam. Setelah dijual ke pasar, sisa ayam di peternakan tinggal 30 ekor. Berapa banyak ayam yang dijual?
Catatan Guru: Soal ini mencari ‘jumlah yang berkurang’ (yg dijual), bukan sisanya.
Diketahui: Jumlah awal = 45 ekor, Sisa akhir = 30 ekor.
Ditanyakan: Jumlah ayam yang dijual (Selisih).
Langkah Penyelesaian:
- Pikirkan hubungannya: Jumlah Awal – Yang Dijual = Sisa.
Untuk mencari ‘Yang Dijual’, kita ubah modelnya menjadi: Jumlah awal – Sisa akhir = ? - Tuliskan kalimat matematikanya: 45 – 30 = ?
- Hitung bersusun pendek:
45
– 30
—-
(Satuannya 5-0=5. Puluhannya 4-3=1).
Jawaban: Banyak ayam yang dijual adalah 15 ekor.
Kesalahan Umum
Berikut beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat mengerjakan soal cerita pengurangan:
- Salah Membaca Kata Kunci: Siswa mungkin melihat kata ‘tinggal’ (yang berarti sisa) tetapi malah menghitung penambahannya. Perbaikan: Selalu cari kata ‘sisa’, ‘dikurang’, atau perbandingan yang menunjukkan pengambilan jumlah.
- Kesalahan Pembalikan Angka: Menukarkan angka awal dan akhir, misalnya menulis 7 – 15 = ?. Perbaikan: Perhatikan kalimat mana yang lebih besar angkanya (jumlah awal) dan harus menjadi angka pertama dalam operasi hitung.
- Lupa Satuan Akhir: Setelah mendapatkan jawaban berupa angka (misalnya 8), siswa lupa menuliskannya dengan satuan (‘buah’, ‘pensil’). Perbaikan: Selalu tanyakan pada diri sendiri, ‘Apa yang ditanya soal?’ dan pastikan jawabannya memiliki satuan yang benar.
Ringkasan
Poin Utama Belajar Pengurangan Soal Cerita Kelas 2 SD:
- Pengurangan adalah mencari tahu ‘sisa’ atau ‘selisih’ dari suatu jumlah benda.
- Kata kunci yang menunjukkan pengurangan adalah ‘sisa’, ‘dikurangi’, dan perbandingan hitungan mundur.
- Jumlah awal (yang lebih besar) harus selalu menjadi angka pertama dalam perhitungan.
- Selalu identifikasi satuan pada soal agar jawaban akhir benar-benar lengkap.
- Jika ditanya berapa yang diambil/dicari, gunakan model: Jumlah Awal – Sisa = Yang Diketahui.
Latihan dan Kunci Jawaban
Soal Latihan:
- 1. Ibu membeli 20 biji mangga. Mangga itu dibagikan kepada tetangga sebanyak 9 buah. Berapa sisa mangga Ibu?
- 2. Di perpustakaan ada 35 buku cerita. Setelah dipinjam siswa, sisa buku di rak hanya 21 buku. Berapa banyak buku yang dipinjam?
- 3. Joni memiliki 48 stiker. Stiker itu hilang beberapa buah sehingga ia sekarang hanya punya 25 stiker. Berapakah stiker yang hilang?
Kunci Jawaban:
- 1. 20 – 9 = 11 (Sisa mangga adalah 11 buah).
- 2. 35 – 21 = 14 (Buku yang dipinjam adalah 14 buku).
- 3. 48 – 25 = 23 (Stiker yang hilang adalah 23 stiker).
FAQ
Apa arti pengurangan dalam soal cerita?
Pengurangan artinya mencari sisa, selisih, atau mengetahui berapa yang diambil dari jumlah awal.
Bagaimana cara menggunakan rumus ini?
Selalu identifikasi mana jumlah awal (yang besar) dan mana yang berkurang (yang kecil), lalu hitung dengan mengurangi keduanya.


Leave a Reply